Blogroll

Sabtu, 07 Mei 2016

Bob Sadino ~ Pengusaha Nyentrik Nan Inspiratif

Posted By: Unknown - 10.15
Bob-Sadino
Nama Bob Sadino pasti sudah cukup terkenal, terutama bagi Anda para pengusaha, dan kisah hidup sosok nyentrik yang satu ini bisa menjadi inspirasi dalam menjalankan bisnis. Yang menarik dari kisah Bob adalah dari sisi jatuh bangunnya kehidupan yang pernah ia jalani. Dan berikut ini ulasan singkat mengenai Bob Sadino, semoga bisa menjadi tambahan informasi dan inspirasi bagi Anda.

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Saat baru pertama kali melihat beliau tentu tidak akan ada yang menyangka bahwa sosok yang satu ini adalah pengusaha sukses. Bob Sadino, pria yang suka mengenakan celana pendek dan kemeja lengan pendek ini telah berhasil menginspirasi banyak orang dengan gaya nyentriknya tersebut. Pemilik tunggal dari jaringan usaha Kemchick dan Kemfood ini telah beberapa kali menampakkan wajahnya di layar televisi dan menginspirasi banyak orang.
Bob Sadino lahir di Lampung, 9 Maret 1939, anak bungsu dari lima bersaudara ini berasal dari keluarga yang berkecukupan. Tapi bukan faktor tersebut yang menjadikan Om Bob menjadi pengusaha sukses seperti sekarang. Saat Om Bob berusia 19 tahun orang tuanya meninggal. Om Bob pun dipercaya untuk mewarisi seluruh warisan kedua orang tuanya karena saudara-saudara Om Bob yang lain telah mapan secara ekonomi. Om Bob kemudian memanfaatkan warisan orang tuanya itu untuk berkeliling dunia.
Salah satu Negara yang dikunjunginya adalah Belanda.Ia pun memutuskan untuk menetap disana dan bekerja di  sebuah perusahaan bernama Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Selama 9 tahun Om Bob menetap di Belanda, dan kemudian bertemu dengan seorang wanita Indonesia bernama Soelami Soejoed yang sekarang menjadi istrinya.Perjalanan Bob Sadino yang penuh lika-liku pun dimulai saat Om Bob mulai merasa jenuh dengan kehidupan di Eropa dan ingin kembali ke Indonesia. Pada tahun 1967, Om Bob memboyong istri dan kedua anaknya pulang kampung ke Indonesia. Tak lupa Ia juga membawa pulang dua buah mobil Mercedes keluaran 1960 kesukaannya. Namun karena belum memiliki tempat tinggal dan harus membiayai keluarganya, Om Bob kemudian menjual salah satu mobil mercedesnya demi membeli sebidang tanah di kawasan kemang.
Biografi Singkat Bob Sadino
  • Nama : Bob Sadino
  • Lahir : Tanjungkarang, Lampung, 9Maret 1933
  • Pendidikan :
  • SD, Yogyakarta (1947)
  • SMP, Jakarta (1950)
  • SMA, Jakarta (1953)
  • Karir :
  • Karyawan Unilever (1954-1955)
  • Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
  • Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
  • Dirut PT BogaCatur Rata
  • PT Kem Foods (pabriksosisdan ham)
  • PT Kem Farms (kebunsayur)

Perjalanan Karir Bob Sadino

Di Indonesia, Bob Sadino bekerja di PT. UNILEVER Indonesia. Suatu hari Om Bob memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat ia bekerja, karena pola pikirnya yang ingin maju dan sukses secara mandiri. OmBob tidak ingin kerja terikat dan terus menerus di perintah oleh atasan. Sangistri pun turut mendukung keputusan Om Bob. Tekad Om Bob sudah bulat, Ia kemudian membuka usaha penyewaan mobil Mercedes milik satu-satunya itu, dan memberanikan diri untuk menjadi sopir.
Namun sayangnya usaha Bob Sadino yang pertama ini tak berjalan lancar, mobil mercedesnya mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Om Bob tentu saja tak dapat membiayai kerusakannya. Jatuh bangun kehidupannya tak membuat semangatnya surut, Om Bob kemudian mencoba cara lain untuk menafkahi keluarganya. Ia pun melakoni pekerjaan sebagai Tukang batu yang hanya di hargai Rp.100,-.
Kondisi ini tentu saja membuat Bob Sadino sangat depresi dan sedih, kehidupan yang tadinya dirasa aman dan masih di atas roda telah berbalik 180 derajat saat itu.Namun dari pengalaman hidupnya yang getir itu tak lantas membuat Bob Sadino patah arang, semangat juangnya terus membara untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bersama anak istrinya.

Bob Sadino Bangkit Dari Keterpurukan

Suatu hari, seorang sahabat Om Bob menyarankannya untuk beternak dan berbisnis telur ayam negeri. karena pada waktu itu telur ayam negeri masih jarang di pasaran. Melihat peluangbisnis yang ada Om Bob akhirnya tertarik dan setuju menggeluti bisnis itu. Bersama istri yang mendukungnya, Om Bob memulai bisnis itu berjualan telur melalui pintu ke pintu kepada orang-orang asing yang ada di daerah kemang.
Kebetulan Kemang adalah pusat pemukiman orang asing di Jakarta. Mereka menjual telur itu beberapa kilogram perharinya. Berbekal pengalaman hidup di Eropa, Om Bob tidak mengalami kesulitan dalam berbahasa inggris, ia mengerti seluk beluk budaya kehdupan masyarakat Eropa. Ada sebuah momen yang mengilhami seorang Bob Sadino di kala sedang beternak ayam-ayam negerinya. Iaberpikir seekor ayam saja bisa mencari makannya sendiri dan menyambung hidup, apalagi seorang manusia seperti dirinya yang memiliki akal budi. Lewat Ilham inilah yang kemudian membuatnya menjadi seorang pengusaha yang gigih berjuang dan pantang menyerah.
Kerja keras telah terbukti dan Lambat laun, bisnis yang digeluti Om Bob pun semakin meningkat dan tanpa disadarinya, Om Bob telah menjadi pelopor ayam negeri beserta telurnya di Indonesia. Terkadang ada beberapa pelanggan asing yang mengeluhkan pelayanan yang belum maksimal dari Om Bob. Hal ini kemudian membuat Bob semakin banyak belajar dari pengalaman bisnisnya bahwa pelayanan yang maksimal adalah kunci utama keberhasilan seorang pengusaha.
Selain menekuni bisnis telur, Bob Sadino juga melirik bisnis daging ayam, yang menjadi cikal bakal berdirinya Kemchick dan Kemfood yang masih didominasi oleh orang asing dan orang Indonesia yang tinggal di Kemang. Selain itu, bisnis hortikultural sayur-sayuran yang menerapkan sistem hidroponik milik Bob Sadino juga berjalan sukses. Bob Sadino merupakan sosok yang sederhana dalam kesehariannya maupun dalam bisnisnya, ia lebih mengedepankan tindakan dalam mengubah nasib dari pada hanya teori-teori sukses yang selama ini diajarkan.
Bob Sadino pernah membandingkan antara orang pintar dan orang goblok. Menurutnya, orang pintar zaman sekarang terlalu banyak berpikir dan berencana mengenai hidup dan bisnisnya. Alhasil, tak satupun dari rencana-rencana itu yang terwujud karena mereka terlalu banyak pertimbangan dan hitung-hitungan. Berbeda dengan orang goblok yang dalam melakukan suatu bisnis tanpa banyak perhitungan dan pertimbangan langsung melakukan tindakan nyata, karena baginya hidup butuh makan hari ini.

Sumber :

https://www.maxmanroe.com/bob-sadino-pengusaha-nyentrik-nan-inspiratif.html


Read »

Zong Qinghou, Pengantar Susu yang Menjadi Orang Terkaya Ke-6 di Tiongkok

Posted By: Unknown - 10.12
Zong-Qinghou-Pengantar-Susu
Kesuksesan memang tidak melihat status sosial dan pendidikan apa yang di jalani. Zong Qinghou salah seorang yang dulunya pengantar susu  tidak pernah menyangka akan mendapatkan dana investasi yang mencapai angka 131 juta dolar setelah perusahaannya Wahana bergabung dengan Danone.
Awalnya Zong hanya menjajakan susumiliknya yang memiliki harga murah, namun karena visi dan misinya terhadap dunia bisnis begitu besar dan keuletannya dalam berbinisnis benar-benar teruji maka ia memberanikan diri untuk meminjam uang pada sebuah bank di Tiongkok, berkat keberaniannya menagmbil resiko tersebut sekarang perusahaan miliknya, Wahana menjadi perusahaan minuman terbesar di Tiongkok. Sampai saat ini kekayaan Zong mencapai 110 triliun rupiah.

Siapa Sebenarnya Zong Qinghou?

Zong adalah seorang warga Tiongkok yang lahir di Zheijang ia lahir pada tahun 1945. Zong lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat kekurangan, bahkan dapat dikategorikan sangat miskin. Pada saat ia menjalani masa SMP nya di asrama, dia harus kembali ke rumah orang tuanya dikarenakan ibunya yang berhenti bekerja pada waktu pada saat  itu.
Setelah kembali Zheijang, dia kesulitan mencari sekolah karena mahalnya biaya #pendidikan saat itu, dan akhirnya dia memutuskan untuk bekerja membantu orang tuanya. Karena pendidikannya yang terhenti karena kekurangan dana, Zong mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan dan membuat keluarganya semakin kesulitan.
Meski ia hidup ditengah sebuah keluarga yang sangat serba kekurangan dan terus di timpa berbagai masalah namun ia tetap semangat dan akhirnya menemukan pekerjaan sebagai pengantar susu ke sekolah-sekolah. Disitulah Zong melihat sebuah peluang besar ia melihat banyak anak-anak sekolah yang sangat suka susu, selain harganya yang murah dan juga bergizi.
Akhirnya setelah berbulan-bulan menjadi pengantar susu, dia akhirnya memberanikan diri dan memutuskan untuk bekerja sama dengan beberapa guru disekolah untuk membuat pabrik susu sendiri dan dia mengumpulkan dana sebesar 140 ribu yan. Ketika dana yang ia butuhkan sudah terkumpul 140 ribu yan, Zong langsung membuat pabrik susu sendiri. Tidak hanya susu, dia juga membuat beberapa produk berbeda lainnya yaitu  ice dan aneka minuman dingin lainnya.

Lahirnya Perusahaan Susu Wahana

Setalah beberapa lama pabriknya berjalan akhirnya perusahaan susu milik Zhong lahir dengan nama Wahana. Wahana didirikan pertama kali pada tahun 1989, dalam waktu yang relatif singkat perusahaan miliknya menguasai hampir sekolah-sekolah di sekitar Zheijang. Total ada 38 sekolah yang bekerja sama dengan Wahana, nama perusahaan Zong.
Kemudian di tahun 1993, dia mulai merambah ke produk lain. Tidak di sangka permintaan melonjak, susu yang diproduksi perusahaan milik Zong itu menjadi sangat terkenal di Tiongkok. Tetapi masalah mulai muncul, dia kewalahan, mulai dari permintaan, keuangan sampai masalah manajemen. Tidak tanggung-tanggung, masalah ini ada sampai 6 tahun.
Hingga akhirnya pada tahun 1996 Zhong mendapatkan tawaran dari Danone, perusahaan susu terbesar di dunia. Danone memberikan penawaran untuk membeli separuh dari saham Wahana dan Zhong menerima tawaran itu. Keputusan itu sangat tepat, karena pengaturan manajemen perusahaan sampai keuangan perusahaannya jadi lebih baik.
Yang membuatnya menjadi menarik adalah, Zong memberikan 10% saham perusahaan dimiliki oleh karyawan karyawannya. Dia berpikir bahwa seharusnya karyawan mendapatkan upah yang setimpal karena kerjanya.

Pesatnya Perkembangan Bisnis Zong Qinghou

Sekarang, ada sekitar 150 perusahaan minuman yang berada dibawah manajemen Wahana. Dan ada 60 pabrik tersebar diseluruh Tiongkok. Total karyawan dari Wahana jumlahnya pun sangat luar biasa, ada 60 ribu staff. Sungguh perkembangan luar biasa yang tidak terduga. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah, dalam berbisnis itu diperlukan kegigihan dan keberanian dalam mengambil sebuah resiko dan ketepatan melihat peluang yang muncul.
Bukan seberapa besar modal yang kita punya. Meski kita memiliki modal yang besar namun kalau kita tidak memiliki kegigihan dan keberani mengambil resiko serta kecerdasan melihat peluang maka modal sebesar apapun akan terbuang cuma-cuma.
Satu hal lagi yang perlu di ingat, bahwa kesuksesan berbisnis bukan lahir dari sebuah status sosial, tidak perduli Anda miskin ataupun kaya, tidak perduli Anda pintar atau tidak. Jika Anda dapat secara tepat memanfaatkan peluang yang ada serta berani mengambil segala resiko maka peluang besar untuk kesuksesan bisnis Anda akan terbuka lebar.
Read »

Habibie Afsyah, Penyandang Difabel Yang Sukses di Internet Marketing

Posted By: Unknown - 10.10
Habibie-Afsyah
Keterbatasan fisik tentu tak boleh menjadi hambatan untuk mencapai impian dan cita-cita kita. Banyak sekali orang-orang yang dikaruniai fisik sempurna malah mengeluhkan hidupnya dan tak mampu bekerja keras untuk mendapat penghidupan yang layak. Padahal diluar sana banyak sekali orang-orang berkebutuhan khusus yang tak berhenti mengejar cita-cita dan mengabaikan kondisi fisiknya yang tak sempurna. Salah satu diantara orang-orang hebat itu adalah Habibie Afsyah, seorang internet marketer muda yang mengidap kelainan muscular dytrophy.
Ingin mengenal lebih dalam pribadi inspiratif Habibie Afsyah? Berikut sedikit ulasan profilnya.

Mari Berkenalan Dengan Habibie Afsyah

Habibie Afsyah adalah seorang pria sederhana yang tampak biasa-biasa saja. Anak bungsu dari 8 bersaudara ini lahir di Jakarta tanggal 6 Januari 1988. Putra pasangan H. Nasori Sugianto dan Hj. Endang Setyati ini menjalani masa kecilnya seperti anak-anak pada umumnya. Habibie bukanlah penyandang cacat fisik sejak lahir. Sebuah penyakit bawaan bernama muscular dytrophy lah yang perlahan-lahan merenggut fungsi motorik tubuh Habibie sehingga ia mulai tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
Menyandang penyakit bawaan yang terbilang langka tak membuat Habibie berkecil hati. Sang ibu menjadi sosok penguat yang mendukung kegiatan putra bungsunya tersebut. Setelah Habibie lulus dari pendidikan di SMA, ibu Habibie mulai mengajak anaknya untuk mengikuti kursus internet marketing tingkat dasar dengan biaya lebih dari 5 juta. Meski awalnya Habibie menolak, namun akhirnya sang ibu berhasil meyakinkan putra bungsunya untuk belajar marketing dan hidup secara mandiri.
Setelah mengikuti kursus internet marketing tingkat dasar, Habibie kembali kepada kebiasaan lamanya yakni menggunakan internet untuk bermain game atau browsing. Ia merasa bahwa #internet marketing sulit untuk dipelajari dan dipraktekkan secara nyata. Apalagi Habibie merasa kesulitan karena materi kursus yang diberikan menggunakan Bahasa Inggris yang membutuhkan fitur alih bahasa.

Habibie Afsyah Belajar Lebih Banyak Lagi

Melihat sang putra yang masih belajar untuk menjadi pribadi mandiri, sang ibu berencana untuk mengikutsertakan Habibie dalam program kursus marketing tingkat lanjut yang diselenggarakan di Singapura. Sang ibu dan ayah bahkan harus rela menjual mobil yang biasa disewakan untuk membayar biaya kursus yang mencapai nilai 15 juta rupiah tersebut.
Meski awalnya menolak, namun Habibie akhirnya menuruti kemauan sang ibu dan berangkat ke Singapura untuk ikut kursus. Di kursus internet marketing tingkat lanjutan tersebut, Habibie mendapatkan pelajaran setiap 2 minggu sekali selama 3 bulan. Setelah belajar selama kurang lebih 3 minggu, akhirnya Habibie berhasil memperoleh penjualan pertamanya di Amazon dengan nilai US$ 24 untuk produk game PS3.
Walaupun ia masih merugi karena biaya pengiklanannya lebih besar dari laba yang didapat, hal ini membuat Habibie senang dan tetap berusaha untuk menjadi internet marketer yang lebih baik lagi. Dengan tekun, Habibie terus berusaha hingga nilai komisinya meningkat menjadi US$ 124, US$ 500, US$1.000 dan US$2.000. Penghasilan dari Amazon tersebut kemudian digunakan Habibie untuk mengikuti kursus lainnya seperti Dokterpim, Indonesia Bootcamp dan Eprofitmatrix.

Pencapaian Seorang Habibie Afsyah

Dari hasil belajar kursus marketing dan praktek secara real di dunia maya, Habibie sudah berhasil menerbitkan ebook panduan sukses dari Amazon, membuat situs jual beli properti (rumah101.com)dan menjadi trainer di acara seminar Eprofitmatrix bersama sang guru, Suwandi Chow. Kala itu di usia yang baru menginjak 20 tahun, Habibie mampu menjadi pria berkebutuhan khusus yang mandiri secara finansial bahkan mampu membantu orang lain yang lebih membutuhkan.
Bila dulu sosok Habibie muda hanya menjadi pria yang pesimis pada dirinya sendiri dan hanya gemar bermain game online dan berselancar di dunia maya, kini kasih sayang dan perhatian sang ibu menjadi kekuatan berharga yang mendukung kemajuan Habibie di dunia online marketing. Banyak sekali seminar dan talkshow kampus yang sering mengundang Habibie Afsyah sebagai narasumber yang menginspirasi banyak orang.
Sebuah buku karangan Habibie yang berjudul “Kelemahanku adalah Kekuatanku untuk Sukses” menjadi suatu sarana berbagi inspirasi kepada semua orang yang membaca bukunya. Jika Habibie yang mengidap muscular dytrophy saja bisa sukses, mengapa Anda tidak bisa?
“Kalau Saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda juga pasti bisa! Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat Anda” ~ Habibie Afsyah.

Sumber :

https://www.maxmanroe.com/habibie-afsyah-penyandang-difabel-yang-sukses-di-internet-marketing.html

Read »

Alan – Susi, Inspirasi Mantan Atlet yg Menjadi Pebisnis Sukses

Posted By: Unknown - 10.07
Alan-Susi-Inspirasi-Mantan-Atlet-yg-Menjadi-Pebisnis-Sukses
Mungkin masih ada yang belum mengetahui apa itu brand Astec. Namun bagi pecinta bulutangkis tentu sudah familiar dengan merk Astec. Ya, Astec adalah salah satu merk raket yang di buat oleh Indonesia. Astec sendiri merupakan akronim dari Alan Susi Technology.
Siapa yang tidak mengenal mereka berdua, sebagai atlit bulutangkis yang pernah mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional. Sebagai seorang pebulutangkis, karir mereka berdua sangat mengagumkan. Banyak piala yang didapatkan dari berbagai kejuaraan pernah diraihnya. Salah satu yang paling prestise adalah Alan – Susi berhasil membawa emas dari cabang badminton di tingkat Olimpiade.
Namun kesuksesan yang ia raih di dunia olahraga tak lantas membuatnya terlena sesaat. Namun setelah masa kejayaan karirnya telah usai, mereka berdua mulai terjun ke dunia bisnis yang tidak jauh dari aktifitasnya terdahulu. Alan Budikusuma dan Susi Susantimengembangkan bisnis raket bulutangkis yang ia produksi dengan label ASTEC.
Sebagai produk nasional, ASTEC terbilang sangat berhasil di tengah banyaknya merk luar negeri yang sudah lama masuk Indonesia. Nah, bagaimana awal cerita dari kesuksesan bisnis Alan Budikusuma dan Susi Susanti ini bisa sampai seperti saat ini, ini inspirasi mantan atlet bulu tangkis yang sukses bebisnis.

Awal Membangun Bisnis

Setelah gantung raket, sebenarnya mereka berdua belum mempunyai ide untuk terjun dalam produksi alat olah raga atlet. Kalau ingin mudahnya, Susi pernah mengatakan kalau habis jadi atlit ya menjadi seorang pelatih. Namun mereka berdua ingin mencoba hal lain setelah gantung raket. Jatuhlah pilihan untuk mencoba peruntungan di dunia bisnis. Ada beberapa bisnis yang sudah mereka geluti sebelum terjun ke alat olahraga.
Alan Budikusuma sendiri pernah berbisnis jual beli mobil, namun tidak bertahan lama karena tidak cocok mungkin. Selain itu mereka juga pernah  mencoba menjadi agen raket dari perusahaan dari Jepang. Namun banyak terjadi ketidakpuasan dari konsumen ketika menjadi agen alat olahraga tersebut. Karena mereka hanya sebagai agen, tidak banyak yang bisa mereka lakukan untuk memuaskan para konsumen.
Selain itu karena basic-nya yang atlit mereka kadang juga sangat kecewa dengan kualitas produk yang Alan dan Susi jual. Dari sini mulai timbul ide untuk membuat produk alat olahraga sendiri untuk bisa memberikan kepuasan pada konsumen. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat label sendiri dengan nama Astec.
Tak juga langsung mulus bisnis yang mereka handle, sebagai produk baru mereka harus pandai-pandai meyakinkan para konsumen untuk menggunakan produknya. Melalui berbagai promosi mereka mulai mengenalkan produk yang mereka gawangi.
Salah satu yang gencar dilakukan adalah dengan mensponsori beberapa turnamen bulutangkis di daerah. Dari turnamen tingkat kampung sampai tingkat nasional coba mereka masuki. Selain itu Alan dan Susi juga mendekati beberapa klub untuk bermitra dengan produknya.

Kesuksesan Bisnis yang Inspiratif

Dengan kerja keras yang mereka rintis sejak awal, akhirnya sampai saat ini produk olahraga ASTEC menjadi pilihan yang diperhitungkan oleh para atlet. Bahkan tidak hanya di Indonesia, saat ini Alan dan Susi melebarkan sayap bisnisnya sampai ke manca negara. Banyak konsumen dari luar negeri yang sangat menyukai produk asli Indonesia tersebut.
Negara dengan tradisi bulutangkis yang kuat mulai mereka masuki. Beberapa negara Eropa dan Asia sudah mulai menerima produk yang ia produksi di Indonesia tersebut. Melalui payung bisnis  PT Astindo Jaya Sport, Alan Susi Technology (ASTEC) mulai mengekspansi bisnisnya ke Vietnam, Perancis, Malaysia dan Filipina.
Beberapa agen sudah mendirikan banyak gerai untuk khusus menjual produk ASTEC. Di Indonesia sendiri, agen dan gerai Astec bertebaran di berbagai kota besar. Tak berhenti sampai di situ, Alan Susi juga mengembangkan produk olahraga yang lain seperti sepatu dan alat yang lainnya.

Sebuah contoh yang sangat inspiratif bagi seorang mantan Atlit. Tidak hanya bergantung apresiasi dari Pemerintah saja, namun juga berjuang dalam membangun sebuah bisnis dari nol. Adalah hal yang wajar ketika mengharapkan dari Pemerintah, namun salah besar jika hanya menggantungkan diri dari Pemerintah. So, jika Anda seorang atlit, jangan takut berbisnis, tengoklah Alan Budikusuma dan Susi Susanti.

Sumber :

https://www.maxmanroe.com/alan-susi-inspirasi-mantan-atlet-yg-menjadi-pebisnis-sukses.html


Read »

Erick Thohir ~ Pengusaha Sukses Indonesia Pemilik Klub Inter Milan

Posted By: Unknown - 10.03
erick-thohir-inter-milan
Image dari Asianews.it
Jika anda seorang penggemar sepak bola terutama menyukai salah satu klub liga Italia, Inter Milan tentunya sudah tahu dan mengenal sosok yang satu ini. Ialah Erick Thohir, pengusaha sukses dari Indonesia yang kini telah resmi menjadi pemilik klub besar asal Italia Internazionale Milano atau yang lebih dikenal dengan nama Inter Milan.
Dengan kesuksesan serta kecintaannya pada olahraga yang sangat besar, ia akhirnya berhasil menjadi pemilik club yang pernah mengemas title kompetisi tertinggi sepak bola Eropa, Champion League tersebut. Dengan membawa banyak visi tentang dunia bisnis dan olahraga, Erick Thohir tampil sebagai salah satu pengusaha tersukses dan inovatif di Indonesia.

Riwayat Hidup Erick Thohir

Erick Thohir lahir pada tanggal 30 Mei 1970 di Jakarta. Dibesarkan disebuah keluarga pengusaha, ia adalah anak dari pengusaha sukses Teddy Thohir, ayahnya adalah salah satu pemilik Grup Astra International yang bergerak di beberapa sektor industri seperti otomotif dan asuransi. Ia juga mempunyai 2 orang saudara yaitu Garibaldi Thohir dan Rika Thohir. Sama seperti ayahnya, Garibaldi Thohir adalah seorang pengusaha sukses yang bergerak dalam bidang bankir investasi.
Setelah menamatkan pendidikan menengah atasnya, Erick lantas melanjutkan pendidikan sarjananya di Glendale University. Di sana ia menyelesaikan program sarjananya dengan cukup gemilang hingga memutuskan untuk meneruskan studinya ke jenjang master. Universitas Nasional California menjadi pilihannya setelah mempertimbangkan beberapa hal. Di Universitas kenamaan negeri Paman Sam tersebut, ia mengambil jurusan  bidang Administrasi Bisnis hingga akhirnya menamatkannya pada tahun 1993.
Biodata Singkat Erick Thohir
  • Nama Lengkap : Erick Thohir
  • Nama Sapaan : Erick | Thohir
  • Tempat Tanggal Lahir : Jakarta , 30 Mei 1970
  • Warga Negara : Indonesia
  • Pendidikan :
  • Glendale University (Bachelor of Arts)
  • Universitas Nasional California (Master of Business Administration)
  • Ayah : Teddy Thohir

Perjalanan Karir Erick Thohir

Selepas pulang dari Amerika, ternyata jalan karirnya tidak terjamin mudah. Meskipun ayahnya adalah seorang pengusaha sukses ternama, tidak serta merta ia mendapatkan kemudahan dari ayahnya. Bahkan ayahnya pernah berpesan untuk tidak ikut mengelola bisnis keluarganya sendiri. Ayahnya berharap Ercik bisa menemukan jalannya sendiri menuju kesuksesan.
Hingga akhirnya bersama beberapa rekan yaitu Wisnu Wardhana, Harry Zulnardy, dan Muhammad Lutfi, Ia mendirikan sebuah perusahaan yaitu Mahaka Group. Mahaka Group merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang media, baik media cetak maupun media elektronik. Perkembangan Mahaka Group dimulai dengan mengakuisisi harian Republika. Mahaka Group resmi mendapatkan harian Republika pada tahun 2001 ketika waktu itu keadaan Republika sedang diambang kebangkrutan. Namun dengan upaya serta kerja keras Erick bersama rekannya, Mahaka Group terbukti mampu mengangkat kembali pamor harian nasional tersebut.
Dalam merintis usahanya, Erick juga pernah mendapatkan bantuan bimbingan dari beberapa nama besar dunia media Indonesia seperti Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan yang dikenal sebagai pemilik Jawa Pos. Bantuan ilmu serta dorongan dari beberapa penggiat media tersebut sedikit banyak memberikan dukungan semangat serta tambahan inspirasi bagi Erick secara pribadi.
Menjabat sebagai komisioner Mahaka Group, Erick berhasil mengembangkan jaringan perusahaan dengan mendapatkan hak akuisisi dari beberapa media lain seperti Sin Chew-Harian Indonesia. Perusahaan tersebut kini telah dikelola secara mandiri dan berpusat di negeri jiran Malaysia. Media jenis lain pun telah berhasil dirambah Mahaka Group. Beberapa majalah seperti a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest merupakan bagian dari Mahaka Group. Tidak hanya itu dengan dikuasainya beberapa media eletronik lain seperti JakTV, stasiun radio Prambors FM, Delta FM, FeMale Radio, dan GeN 98.7 FM menjadi sebuah bukti kesuksesan usaha Mahaka Group dibawah pengelolaan Erick.

Kiprah Erick Thohir di Dunia Olahraga

Selain dunia bisnis, Erick Thohir juga mempunyai ketertarikan yang sangat besar  terutama di cabang bola basket. Hal tersebut juga lah yang menjadikan dirinya sangat mendalami dunia olahraga basket. Namun dalam kapasitasnya sebagai seorang pengusaha tentunya kiprah Erick bukan dengan menjadi pemeran lapangan namun lebih menjadi pemerhati serta aktifis di bidang tersebut.
Berkat kepeduliannya dan juga dinilai telah mumpuni dalam dunia basket, ia pun ditunjuk untuk menjadi Ketua Umum Persatuan Bola Basket Indonesia (PERBASI) pada masa jabatan 2006. Tidak hanya itu, ia yang telah berstatus sebagai pemilik saham klub NBA Philadelphia 76ers tersebut juga menjadi Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara atau SEABA hingga masa jabatan 2014 mendatang.
Dan puncak kepopuleran Erick hadir manakala ia telah resmi membeli klub besar asal Italia yaitu Inter Milan dari manajeman sebelumnya yang dipimpin oleh Massimo Moratti. Pembelian ini menjadikannya salah satu warga dari sebuah negara berkembang yang menjadi pemilik dari sebuah klub olahraga besar di dunia.
Ia selalu menganggap bahwa bisnis dan olahraga merupakan 2 hal bisa saling menyempurnakan, tidak hanya itu ia juga melihat peluang ke depan yang masih sangat besar dalam industri olahraga modern.

Sumber :

https://www.maxmanroe.com/erick-thohir-pengusaha-sukses-indonesia-pemilik-klub-inter-milan.html


Read »

Chairul Tanjung, Si Anak Singkong Yang Menjadi Pengusaha Sukses Dan Menteri

Posted By: Unknown - 10.01
Chairul-Tanjung-Si-Anak-Singkong
Si Anak Singkong, begitu panggilannya saat ia masih kecil. Panggilan ini diberikan oleh teman-temannya karena ia adalah seorang anak kampung. Siapakah dia? Ya dia adalah Chairul Tanjung, seorang miliarder dari kesuksesan bisnisnya yang juga pernah menjabat sebagai menteri di negeri ini. Bagaimana ia bisa sesukses itu?
Dari mana modal yang ia peroleh untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya yang kini terdiri dari beberapa perusahaan besar? Sebagai seorang pebisnis tentu saja kesuksesan bisnisnya tak diperolehnya secara instan. Sebuah perjuangan yang amat keras dan kekuatan besar untuk menghadapi beratnya tantangan yang ada inilah yang membuat bisnisnya sukses.
Dari segi modal, Chairul Tanjung memulainya dengan keadaan yang terbatas dari uang sakunya sendiri, bukan dari pinjaman atau warisan orangtuanya. Lalu seperti apakah perjalanan bisnis Chairul Tanjung yang kemudian membawanya pada kursi menteri? Berikut ulasannya.

Munculnya Jiwa Bisnis

Jiwa bisnis Chairul muncul saat ia kuliah di Universitas Indonesia. Tingginya biaya kuliah dan keadaan ekonomi orangtuanya yang kurang baik memicu munculnya jiwa bisnis di dalam diri Chairul Tanjung.
Untuk membiayai kuliahnya itu, maka ia berjualan buku kuliah stensilan dan kaos. Setelah modalnya cukup, Chairul lalu membuka usaha fotocopy di sekitar kampusnya. Usaha lain yang pernah dikelolanya saat masih kuliah juga adalah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen, Jakarta Pusat.

Mengalami Jatuh Bangun

Seperti para pebisnis sukses yang lain, beberapa bisnis yang dibuka oleh Chairul Tanjung juga tak luput dari keadaan yang buruk. Usaha yang jatuh bangun sudah sangat akrab dengan pria kelahiran 16 Juni 1962 ini. Keadaan itu sudah dialami Chairul sejak ditutupnya bisnis toko peralatan kedokterannya di Senen karena bangkrut.
Setelah itu, PT. Pariarti Shindutama yang dirintisnya bersama tiga temannya juga harus Chairul tinggalkan karena perbedaan visi. Namun kegagalan demi kegagalan yang dialami itu tidak lantas membuatnya patah arang. Jatuh bangun bisnisnya ini justru menjadikan dirinya semakin terpacu untuk sukses dan berkembang.

Menjadi Salah Satu Orang Terkaya

Selepas dari PT. Pariarti Shindutama, Chairul memulai lagi bisnisnya sendiri dan mengarahkan fokusnya pada bisnis inti yaitu keuangan, properti dan multimedia. Langkah besar dimulainya saat ia mengakusisi Bank Karman menjadi Bank Mega. Inilah cikal bakal yang menjadikannya ia kaya raya dan menjadi orang terkaya.
Di bawah Para Group, Chairul memiliki Para Inti Holdindo yang membawahi beberapa subholding yaitu Para Inti Propertindo (properti), Para Global Investindo (bisnis keuangan), dan Para Inti Investindo (bidang media dan investasi).
Di bidang finansial ia memiliki Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Para Group juga memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio di bidang penyiaran dan multimedia.
Sedangkan di bidang properti dan investasi sendiri, Grup Para membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Pada awal 2010, Para Group membeli 40 persen saham Carrefour yang ditandatangani di Perancis pada tanggal 12 Maret 2010. Pada tanggal 1 Desember 2011, Para Group diganti menjadi CT Corp oleh Chairul Tanjung.
Pada tahun 2010 itu, Chairul Tanjung masuk menjadi salah satu orang terkaya di dunia asal Indonesia versi majalah Forbes. Pada tahun 2011, karena nilai kekayaannya yang mencapai 2,1 Milyar Dolas AS ini namanya dinobatkan Forbes di peringkat 11 orang terkaya di Indonesia. Kini, Chairul Tanjung dengan perusahaannya yang semakin melejit menempatkan dirinya di posisi 5 besar daftar orang terkaya di Indonesia.

Menjadi Menteri Perekonomian

Suksesnya Chairul Tanjung di dunia entrepreneur, mengantarkan dirinya pada karir baru di dunia pemerintahan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Mei 2014 menunjuk Chairul sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang menggantikan Hatta Rajasa yang mengundurkan diri. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2014, Chairul Tanjung kemudian dilantik di Istana Negara oleh Presiden pada hari Senin, 19 Mei 2014.
Read »

Sandiaga Uno, Pengusaha Muda Sukses Indonesia Yang Lahir Dari Keterpurukan

Posted By: Unknown - 09.59
Sandiaga-Uno-Pengusaha-Muda-Sukses-Indonesia
Bernama lengkap Sandiaga Salahudin Uno, merupakan pengusaha muda sukses di Indonesia. Bagaimana tidak, pada usia 40 tahun, majalah Forbes mencatat Sandiaga sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes.
Di usia 42 tahun, Sandiaga Uno kembali masuk daftar Forbes sebagai orang terkaya peringkat ke-37 di Indonesia dengan total kekayaan US$ 660 juta. Lalu siapakah Sandiaga Uno ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Pendidikan Tinggi Sandiaga

Sandiaga Uno merupakan salah satu sosok pengusaha yang memiliki pendidikan cukup tinggi dengan dua gelar dari dua kampus berbeda di luar negeri. Gelar sarjana Administrasi Bisnis Sandiaga sendiri didapat dari Wichita State University di Amerika tahun 1990 dengan predikat cum laude.  Sedangkan gelas masternya didapat dari George Washington University di Amerika dengan IPK 4,00 kumulatif.

Berkarir Sebagai Karyawan

Sebelum menjadi pengusaha, pria kelahiran Riau, 45 tahun yang lalu ini bekerja sebagai karyawan di kantoran. Setelah lulus dari Wichita State University, Sandiaga bekerja pada Bank Summa. Setelah itu tahun 1993 setelah lulus dari gelar master, Sandiaga bergabung Investasi Seapower Asia Limited di Singapura dan tahun 1994 menjadi manajer investasi di MP Grup Holding Limited. Setahun kemudian, Sandiaga menjadi wakil presiden eksekutif pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dengan gaji fantastis 8.000 dolar AS per bulan.

Berada Pada Situasi Sulit

Saat krisis moneter 1997, NTI Resourches Ltd tempat ia bekerja bangkrut. Tabungan yang diinvestasikan dipasar saham dengan susah payah ikut terdampar seiring runtuhnya pasar global. Tidak bekerja membuat Sandiaga menjadi pengangguran dan memutuskan untuk kembali ke tanah air.
Kondisi perekonomian di Indonesia yang sama buruknya membuat Sandiaga dipaksa menghadapi situasi sulit. Menjadi pengangguran dalam waktu yang cukup lama membuat dirinya defisit dan tak bisa membayar uang sewa rumah. Ia pun terpaksa pindah dari rumah sewa ke rumah orangtuanya. Situasi yang serba sulit ini membuat Sandiaga hampir putus asa.

Mencoba Dunia Wirausaha

Ditengah situasi yang sulit ini, pikiran Sandiaga mengarah pada dunia wirausaha. Maka ditahun saat krisis masih menyerang, Sandiaga bersama Rosan Roeslani mendirikan perusahaan penasehat keuangan disebut PT. Recapital Advisors.
Dari profesi barunya ini, Sandiaga banyak belajar banyak tentang seluk beluk bisnis. William Soeryadjaya adalah orang yang paling berjasa dalam mengasah naluri bisnis Sandiaga. Menurut William, Sandiaga adalah pengusaha yang tidak pelit untuk membagi pengetahuan dan ilmu bisnisnya.

Memimpin Beberapa Perusahaan

Seiring dengan kecerdasan bisnis Sandiaga yang semakin berkembang, maka pria yang hobi bermain basket ini mulai melakukan ekspansi bisnis. Hal ini terbukti dari kehadiran perusahaan-perusahaan lain yang didirikan dan dipimpinnya. Perusahaan baru yang didirikan dan dipimpin setelah PT Recapital Advisor adalah perusahaan investasi bernama Saratoga Capital.
Di perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan sumber daya alam ini Sandiaga menjadi CEO berama Edwin Soeryadjaya. Selain dua perusahaan tadi, Sandiaga juga memimpin perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yaitu PT. Adaro Energy Tbk.

Aktif di Organisasi dan Komunitas Bisnis

Selain memimpin beberapa perusahaan, Sandiaga juga aktif dalam beberapa organisasi. Pada periode 2005 hingga 2008, Sandiaga sempat menjadi ketua umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang beranggotakan lebih dari 30ribu pengusaha.
Selain menjadi ketua umum HIPMI, Sandiaga juga sempat menjadi wakil ketua bidang usaha mikro kecil menengah dan koperasi pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Kecintaannya pada dunia bisnis dan ekonomi ini juga mengantarkan Sandiaga untuk menjadi anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional).
Pengalaman dan Kesuksesan dalam bisnis yang dilakoni Sandiaga membuat dirinya pada sebuah penghargaan “Indonesian Entrepreneur of the Year” pada ajang Anterprise Asia. Pada tahun 2008, sandiaga juga mewakili Indonesia dalam sebuah program kegiatan bernama Asia 21.

Aktivitas Selain Bisnis

Selain bisnis, pria yang memiliki moto berani dan optimis ini juga pernah ditunjuk menjadi manajer Timnas Bola Basket Putri Indonesia di ajang SEA Games 2005 di Filipina. Pada tahun 2013, Sandiaga juga terpilih sebagai ketua umum PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) menggantikan Hilmi Panigoro setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PRSI.

Sumber :

https://www.maxmanroe.com/sandiaga-uno-pengusaha-muda-sukses-indonesia-yang-lahir-dari-keterpurukan.html



Read »

Ads

total page view

Reach Us

Address

jam

Contact Us

Copyright © Ayo sukses bareng !!™

Blogger Templates By Templatezy & Copy Blogger Themes & Distributed By Blogger Templates